Alhamdulillah Mendapatkan Pemahaman Terbaru Mengenai Arti Takdir. Dari Berbagai Sumber. Dari Berbagai Variasi Olah Kata. Baik yang Telah Dikaji Dari Budaya Timur. Ataupun Barat. Yang Intinya adalah Sama Saja.
Hematnya Begini.
Disini Ada Beberapa Hal yang Sedikit Bertolak Belakang
Pertama
1. Takdir Sudah Ditentukan
Disatu Sisi
2. Allah Tidak Akan Mengubah Nasib Suatu Kaum. Apabila Kaum itu Tidak Berusaha Merubah Nasibnya Sendiri
3. Doa Dapat Mengubah Takdir - Versi Hadist
Kedua
1. Jodoh. Rejeki. Kematian. Sudah Ditentukan
Disatu Sisi
2. Silaturahmi Dapat Menambah Panjang Umur - Versi Hadist
3. Saat Ini. Perbandingan Jumlah Pria & Wanita bukanlah 1:1. Lalu Bagaimana dengan Konsep Jodoh yang Selama ini Kita Dengar. Ada yang Tidak Kebagian Jodoh?
Dll.
Sehingga. Mengenai Takdir. Yang Apabila Dianalogikan. Akan Menjadi Begini.
Si Fulan Sedang Duduk Diam. Dia Bingung Terhadap Apa yang “akan” Dia Kerjakan. Sehingga Terjadi Opsi Sebagai Berikut. Mengenai Apa yang “akan” Dia Kerjakan.
a. Mengaji
b. Tidur
c. Belajar
“Dari Setiap Pilihan yang Dipilih Oleh Si Fulan. Memiliki Takdirnya Masing2. Yang Sudah diTentukan Qadha & Qadar atau Kadar & Ketentuannya Dimasa Depan. Sehingga Alur Takdir Sendiri Begitu Luas.”
Sehingga
Apabila si Fulan Memilih untuk Mengaji. Bisa Jadi Didepan Sana. Sudah Ada Takdir yang Menunggu Kalau Dia akan Menjadi Seorang Da’i
Apabila Si Fulan Memilih untuk Tidur. Bisa Jadi Didepan Sana. Sudah Ada Takdir yang Menunggu Kalau Dia akan Menjadi Pengangguran
Apabila Si Fulan Memilih untuk Belajar. Bisa Jadi Didepan Sana. Sudah Ada Takdir yang Menunggu Kalau Dia akan Menjadi Seotang Profesor.
Cocok Sekali dengan Quote. “Manusia yang Berusaha. Tuhan yang Menentukan”
Disetiap Pilihan dan Langkah yang Diambil oleh Manusia (Manusai Berusaha) . Ada Takdir Dari Masing2 Pilihan yang Sudah “Menunggu” dengan Ketentuan dan Kadarnya Masing2 (Sudah Tuhan Gariskan).
Itulah Hak yang Diberikan Manusia oleh Tuhannya. Untuk Memilih.
Dan Disetiap Pilihan yang Diambil. Akan Selalu Bermunculan Pilihan2 Berikutnya yang Harus Diambil. Itulah yang Menjadikan Kita Seperti Saat Ini.
Kita yang Sekarang Ini. Adalah Kumpulan Pilihan2 Masa Lalu. Dengan Segala Kebanggan atau Penyesalannya.
- Life is Choice -
So. Bijaklah Dalam Memilih dan Membuat Keputusan Dalam Hidup
Agaknya Aneh Jika Ada Orang Malas Bin Susah. Berkata. “Ini Memang Sudah Takdir Saya”.
Dan Agaknya Agak Gimana Gtu. Jika Tuhan Memberikan 1 Macam Takdir untuk Orang Tersebut. Diciptakan Hanya Hidup Dalam Kesusahan. Tanpa Mengijinkan Orang Tersebut Merubah Nasibnya.
Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rahim :)
Sekian.
Sekedar Sharing. Apabila Ada Kesalahan. Ini adalah Keterbatasan Penulis. Kebenaran Hanya Milik Allah.
Dialah Allah. Yang Maha Mengetahui yang Lahir dan yang Gaib.
Pada masa itu. Kira2 18 Bulan Lebih yang Sudah Berlalu. Seperti biasa dengan apa-apa yang sedang aku lakukan. Dan Gelap juga tidak datang terlambat.
Tidur dan Terlelap. Meninggalkan memori atas beberapa jam lalu yang cukup banyak. Bahkan para ilmuwan saja masih tidak bisa menanggapi dengan tegas tentangnya.
Tentangnya yang orang menyebutnya sebagai Bunga Tidur.
Ini bunga tidur bukan aku yang punya cerita. Sedang aku hanya bisa bercerita.
Cerita yang dlatarbelakangi oleh Padang Pasir. Panas dan Gersang. Dan Entah kenapa ada 2 makam tertidur disana.
1 Diziarahi olehku dan Kakekku. Saja. Tidak ada siapa2 lagi.
Dan 1 lg milik entah siapa. Mungkin orang besar. Atau Orang yang begitu dihormati. Karena yang kemudian datang untuknya sebuah rombongan. Yang ditengahnya juga berjalan 1 sosok dari kejauhan. Dan disebut sebagai. Muhammad.
Pertanda apa ini. Begitu kontras dengan makam disampingnya.
Tapi Ah Apa Benar. Dosa saja bertumpuk-tumpuk. Bagaimana bisa dimensiku sampai dengan beliau. Hingga aku melihatnya.
Tapi Ah Apa Benar. Sedang kata mereka. Bahkan rupanya tidak akan mampu disamai oleh Setan Sekalipun.
Tapi Ah Ya Sudahlah. Toh bukan hal yang buruk dikemudian dalam cerita.
Cerita yang saat itu memiliki pesan. Pesan tentang 3 hal. Dan salah satunya adalah. Sopan santun.
Dipikir2 mungkin ada benarnya. Pernah sebelumnya. Sebelumnya yang tidak jauh jaraknya.
Pada seorang ustad. Ketika sengaja bertamu. Salam memang terucap. Yakin dan pasti. Tapi masih saja menyisakan kesombongan. Bahkan punggung saja tidak mau bungkuk untuk kemudian bibir ini mencium tangan. Aku justru mensejajarkan bahu sambil bersalaman. Seolah2 beliau adalah mitra dagang untukku.
Pikirku. Dijaman seperti ini. Semua Serba Tidak Pasti. Mereka yang terlihat alim toh jalan hidupnya sama sekali tidak mencerminkan. Peci & gamis cuma jadi atribut. Dan sujud sudah menjadi sekedar ritual belaka.
Tapi juga sulit membedakan. Mereka yang terlihat tanpa atribut. Biasa saja diluar. Ternyata bulat keimanannya.
Ya Tuhan… Sudah Sombong. Tidak Sopan. Berburuk Sangka Pula. Terhadap orang alim pisan. Ah aku :(
———————————————————————————-
Nabi Muhammad SAW berkata kepada Ibnu Mas`ud RDH :
“Ya Ibnu Mas`ud, dudukmu (walaupun sebentar) di majlis ilmu, walaupun tanpa memegang pena dan menulis satu hurufpun adalah lebih bagus daripada memerdekakan 1000 raqabah (budak),
pandanganmu terhadap orang alim lebih bagus daripada 1000 kuda yang kamu sedekahkan di jalan Allah (sabilillah),
salam-mu kepada orang alim lebih bagus daripada ibadah 1000 tahun”.
Sebagian Orang Menyebutnya dengan Bersyukur. Keadaan tidak pernah buruk atau sangat buruk ketika Kita Berpikir tentang Apa yang Disiapkan Tuhan.
Seperti yang Kamu Tahu tentang Fase itu. Terdapat pada Ulat yang dihinggapi Waktu. Dan menjadikannya Kupu.
Seperti yang kamu tahu tentang Gunung. Meletus Berguncang dan Merobohkan. Namun menjadikan Tanah Hidup kembali.
Seperti yang kamu tahu tentang langkah-langkah mereka. Mengecap getirnya kegagalan. Dieluhkan. Namun menjadikan Mudah setelahnya.
Ya Tuhan. Aku pikir si baik dan si buruk saling bermusuhan. Ternyata mereka berjalan berdampingan.
Sudah lama aku mendengar berita ini. Tapi tetap saja belum memaknai.
Ini hidup memang harusnya banyak membaca. Membaca segala Tanda-Tanda Kekuasaan-MU agar mengerti. Mengerti yang Memaknai ketika benar2 sudah Merasai.
Ya Tuhan. Ternyata. Ini adalah Perkara Tentang Prasangkaku Terhadap-Mu.
Beruntunglah Mereka yang Benar Yakin Tentang Kebaikan-Mu. Yang kemudian Engkau tambah nikmat-Mu. Sedang aku sudah tertinggal beberapa langkah dari mereka.
“Aku adalah Prasangka Hambaku”
Ini Malam Terlalu Berfilosofi. Padahal Hujan Juga Tidak Sedang Jatuh.
Tidak Ada Gemercik. Ataupun Suara-Suara Itu. “Itu” yang Biasanya Aku Dengar Memiliki Frekuensi Sendu. Dihasilkan Dari Tubrukan2 Antara Air Dan Tanah.
Toh Gelap Juga Tidak Datang Terlambat. Gelap Selalu Datang Tepat Waktu. Menjadi Selimut untuk Para Musafir. Ataupun Pakaian Bagi Mereka yang Mencari Tuhannya.
Lalu Apa yang Salah?
Bahkan Semua Baik2 Saja
Ya. Mungkin Ini Cuma Getaran yang Merambat Saja. Dan Kebetulan Didalam Dada. *Deg
Semoga Apapun & Siapapun Disana. Selalu Dalam Cahaya-NYA

.
Kamu adalah pemilik nama
Perempuan dengan segala fitrahnya
.
Dihiasi madu adalah wajahmu
Seperti karya surga didinding dunia
.
Kepadamu
Ada simbol keindahan terperangkap dari mata seorang hawa
.
Apalagi tentang aku
Dalam ruang angan dikabulkan Tuhan segala janji-Nya
.
Apalagi tentang aku
Diujung bibir masih saja bersemayam rasa syukur
.
Ya. Semoga saja Tuhan melanggengkan titipan-Nya
.
Karena aku ingin Kamu
Itu Saja